Selasa, 14 Februari 2012

tak beraturan





Serangkaian kisah telah kita lalui, Sejengkal indahnya cinta itu pun sudah kita nikmati, Hatiku kau genggam erat, Seperti halnya hatimu yg ku peluk erat menempel dihatiku, tak sesentipun ada jarak di antara hatiku dan hatimu.
Dengan segala senyum manismu, gelak tawamu, kerutan di wajahmu saat kau cemberut, dengan segala tingkah polahmu yg membuatku kadang merasa jenuh dan beramarah cukup parah.
Namun kau tetap pengisi hari, pengisi setiap inchi ruang hati, yang aku pikir memang di ciptakan Tuhan hanya untukmu, untuk mengisi setiap detik hariku. Aku tak menghindari itu, aku tak menyangkal kalau aku mencintaimu.
Yah, kau lah pendampingku, tempatku berkeluh kesah, tempatku mencurahkan rasa, tempatku bertukar senyum.
Kau ahlinya, kau ahli dalam membolak-balikan semua perasaanku, semua emosiku. Dengan sebuah kata kau mampu membuatku marah semarah-marahnya, kaupun bisa membuatku senyum girang dengan hanya sebuah kata.
Kaulah, penyempurna hidupku.
Dan jikalau hatiku itu perahu, kaulah nahkodanya, kau pengaturnya, kau kaptennya. Ku pasrahkan hatiku untukmu, akan kau buat sakit, atau kau buat bahagia, aku tetap mencintaimu. Dengan semua sifat yang kau miliki aku tetap menyayangimu.
Aku seperti selembar daun yang takkan pernah benci kepada sang angin, meskipun angin telah merontokanku dan menjatuhkanku ke tanah.
Mencintaimu adalah pilihan, dicintaimu adalah sebuah harapan.

08-02-2012
Muhammad Farid Ahsan