Sabtu, 11 April 2015

Hai, Kawan. Apa kabar?

Hai, kawan yang berperawakan sedang, berwajah sendu namun berhati batu. Ingatkah kau tentang kita, tentang aku, kau dan mereka? Ingatkah tentang apa-apa yang kita lakukan tanpa sesal? Ingatkah tentang ikrar janji -yang katanya- semati? Jika kau masih ingat, maka marahlah. Karena semua itu hanya kesia-siaan. Namun hilangkan dendam yang kau fikir itu benar, setelah itu tenangkan hatimu. Tarik nafasmu kemudian langkahkan kakimu menuju kebaikan

Hai, kawan yang berperawakan tinggi menjulang, terkadang manis tapi selalu bersikap egois. Ingatkah kau tentang janji yang kau bilang "janji darah" dan kemudian kita ingkari bersama? Ingatkah janji tentang perjalinan kasih antar kawan yang kemudian engkau sia-siakan? Jika kau ingat, maka tertawalah, tertawakan semua janji yang mungkin tercipta bukan untuk ditepati. Setelah tertawa kemudian renungkan, apa aku bagimu, apa arti kita bagimu dan arti kisah kita bagimu.

Hai, kawan. Kalian kadang diliputi kebodohan tentang perasaan, keegoisan yang tinggi menjulang hingga lupa daratan.
Namun, kalian tetap masih kawan, meski kadang dipaksa menjadi lawan.