Nafasku tersengal saat ini, beberapa saat lalu, beberapa menit lalu. Ya, nafasku tersengal. berita itu sungguh pahit, pedih teramat sangat. Barisan kata itu, yang seorang teman tulis di chat facebook. Ya, tulisan itu, kalimat-kalimat itu. Pahitnya tak terampuni. Sangat Amat Pahit.
Siapa sangka, sebuah kalimat bisa membuat nafas tersengal, membuat hati bagai tertusuk benda tajam. Siapa yang sangka? Dan, siapa yang bakal menyangka, berita itu tentang kau. Tentang kau dan untuk kepahitanku.
Tentang kepergianmu, kepergianmu untuk selamanya (tapi bukan dihatiku. Bukan). Berita tentang kau dan sakitmu, yang merenggut kau dari dunia. Merenggutmu dari tatapan mataku. Menuju tempat yang Maha Indah. Surga.
Kau telah pergi ke-sisi-Nya. Menghadap Sang Kuasa. Sendiri, dengan segala kebaikanmu, keindahanmu. Kau menuju kesana sendiri. Ya, sendirian.
Kau sakit, dan ku tahu apa?
Ku hanya bisa merindumu, hanya merindu. Ku tulis semua di status facebook, agar kau tau. Cuma itu.
Kau tahu apa yang ku rasa, apa yang terjadi dengan hati. dengan beribu rindu yang melekat. Ku hanya merindu, tak perduli kau sakit. Bahkan lebih dari itu.
Maafkan atas ketidak tahuanku, maafkan atas maaf yang telat ini. Ku mohon, maafkan.
Kau Bidadari, dan memang kau Bidadari.
Telah kembali, kembali ke langit. Kembali dan pulang ditempat yang tenang nan indah. Kau pergi, tanpa kau tahu rindu ini untukmu. Tanpa kau tahu hati ini sudah terlanjur memilihmu untuk menjadi rumah rinduku.
Kau Bidadari, dan sering ku sebut kau seperti itu.
dan Selayaknya Bidadari, kau tak hidup di bumi. Kau hidup di Surga. Dengan segala keindahannya, dengan segala keanggunanmu. Kau pantas menghuni surga.
Kau pantas mendapatkan segala keindahannya.
Terimakasih atas detik-detik itu, waktu kau tersenyum (sepertinya). Saat aku tersenyum olehmu.
Selamat jalan Adinda. Rinduku takkan jauh darimu. Kau selalu menjadi target busur rinduku.
Indahmu telah melekat dihati, senyummu yang tak tau untuk siapa itu, sudah membekas di otak kanan dan kiri.
Sekali lagi, Selamat Jalan Adinda.
Baik-baiklah kau di Surga, tenanglah kau di sisi-Nya. Sesekali intiplah aku dari langit.
Dan ketahuilah Dinda, Rinduku selama ini tak lain dan tak bukan hanya untuk mu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar