Hari berjalan begitu lambat akhir-akhir ini. Detik waktu seakan malas berubah ke angka yang selanjutnya, lebih memilih diam dan menertawakan aku yang sangat mengecewakan. Untuk dia dan untuk diriku sendiri.
Kisah yang telah kita buat dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun akhirnya sampai pada ujungnya. Segala rasa suka duka yang mewarna perjalanan kisahpun hanya akan menjadi sebuah kenangan yang haram untuk diingat. Kita tak bisa bersama.
Angan yang dulu pernah melayang-layang difikiran sekarang hanya akan menjadi sumbu akan sebuah penyesalan. Sekarang, semua angan hanya akan menjadi angan. Untuk sekarang dan entah berapa hari kedepan, berapa minggu kedepan, berapa bulan kedepan atau bahkan berapa tahun kedepan aku akan merasa sehancur ini.
Aku yang menggali kuburanku sendiri, aku yang menyebabkan semua ini terjadi. Aku tak layak menyalahkan siapapun di dunia ini. Hancur tidaknya aku, biar Engkau yang putuskan, Tuhan. Aku tak tau apa yang akan aku lakukan selain pasrah. Hidup ini milik-Mu, Tuhan.
Tuhan, bahagiakan dia dalam setiap hari-harinya. Hapus semua luka dalam hatinya, buang semua padaku. Cukup saja aku yang hancur!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar