Minggu, 25 September 2016

Lelah!



Aku lelah dengan kesendirian ini

Pagi, siang, sore, maupun malam selalu berulang.
Aku fikir hanya mereka yang berulang.
Sakit yang ada didada-pun demikian, Selalu berulang.
Pedih.
Aku fikir patah hati tak sepahit ini.
Aku fikir kehilangan cinta tak sesakit ini.
Aku fikir semua akan seperti biasa, tak kusangka aku bisa sehancur ini.
Pedih.
Ingin rasanya aku memaki, pada waktu yang tak mau berhenti.
Ingin rasanya aku berteriak, pada keadaan yang tak pernah berpihak.
Dan, kini aku hanya terdiam di pojok ruang.
Menangisi penyesalan yang tak lekas hilang.
Wahai, Sang pemilik hari. Sang penguasa waktu.
Aku lelah dalam kesendirian ini.
Tolong. Jangan biarkan jiwa dan hati ini berlarut dalam kesedihan dan kepedihan.
Keluarkan aku dari rasa kesendirian ini, Kesepian ini.
Ini terlalu menyakitkan.
Andai waktu bisa terulang.
Ingin rasanya mengahapus segala kebodohan dengan kebijaksanaan.
Agar rasa pedih dihati tak menggangu saat aku sendiri.
Dan, Jika saja tangan ini mampu.
Ingin rasanya aku membalur warna putih di atas kanvas kehidupan yang terlanjur suram.

Hitam, Samar, dan Berbayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar