Minggu, 25 September 2016

Surat Kedua

Bekasi. 25 September 2016

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Apakabar, Nok?
Mudah-mudahan sehat, bahagia selalu dan juga selalu dalam lindungan Allah SWT. -Aamiin-
Makasih ya surat pertama kemaren dibalas, meski tak sesuai harapan -kependekan, celana anak sd aja udah banyak yang panjang. Hehe-. Rasa ingin tahuku tidak sesingkat itu. Tapi tidak mengapa, meskipun singkat tapi sudah cukup bahagia -dan sedih-. *suara nyamuk*
Eh, Nok. Aku punya cerita lucu.
Kamu inget nggak? Aku pernah cerita yang aku chating sama Nia beberapa minggu lalu? Iya. Percakapan yang doi menanyakan masalah pernikahan yang dipikir itu pernikahan kita. –Hehe- Dan, yang akhirnya dia nanya doa biar cepet dilamar. Aku bilang baca Al Ikhkas 10x dan bayangkan keinginannya. Kamu tau lucunya? Doi mempraktekan nya. -HAHAHA- Dia fikir kita yang akan menikah padahal bukan. –Hiks- Apa tata kalimatku terlalu meyakinkan ya? Jadi doi menyangka kita yang akan punya acara. Asli aku merasa ini lucu, meskipun ada sedihnya. -Hehe-
Oiya, Nok. Dulu aku selalu bilang biar kamu selalu kuat mengadapi cobaan ini, cobaan itu, dan kau selalu bilang susah. Sekarang aku tau rasanya mencoba untuk kuat dan benar apa katamu, Susah. Akhir-akhir ini dada selalu sesak, -padahal aku sudah nggak merokok tembakau-, kepala sakit selau menjadi temanku melawati hari. –Hiks- Maaf udah sok tau soal itu, apa yang kau ucap memang benar.
Kamu tahu? Hari yang lalu ada yang bilang kalau kau, dipernikahanmu kemaren kau terlihat bahagia. Aku akan senang jika itu memang kenyataan –meski aku sedikit merasa tertipu-, dan  akupun bisa melangkahkan kaki ini dengan tenang tanpa mengkhawatirkan kebahagianmu lagi. Aku lelah, Nok. Teramat lelah. Dengan segala perasaan yang selalu berulang-ulang ini. Aku lelah merasakan sakit yang  berulang-ulang ini. Aku lelah tapi aku tak bisa isitirahat, selalu datang begitu saja tanpa ampun.
Nok, boleh aku minta satu permintaan?
Aku ingin melihat foto pernikahanmu, aku ingin melihat betapa bahagianya kalian saat itu. Aku ingin melihat betapa bahagianya kamu saat itu. Tunjukan aku fotomu bersamanya di singgasana pengantin. Agar aku bisa meyakinkanku bahwa kau akan bahagia, dan akupun akan –berusaha- menjadi bahagia.
Dari beberapa teman, sahabat, dan keluarga yang memberi saran dan wejangan banyak yang bilang kalau mereka yakin bahawa kau akan bahagia. –Aamiin- Kata Mereka ‘Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Maka dari itu, mereka juga meyakinkanku untuk menjemput kebahagianku yang lain -dari pada menjadi perusak rumah tangga seseorang-.
Oiya, Nok. Pas kamu ganti foto profil di BBM. Um Zahru langsung kirim Whatsapp.
Ini nih tak Screenshot :

Rasanya bisa nyess banget tapi ya lucu aja. –HAHAHiks- Doi emang emang becandanya suka gitu. Suka pas banget kena dihati. -HAHAHiks-
Tak sudahin dulu ya suratnya, disurat selanjutnya semoga kita bisa saling bertukar pengalaman, bertukar kebaikan, saling menceritakan kisah masing-masing, menceritakan kebahagian masing-masing, saling menguatkan satu sama lain. Agar kita bisa menjadi pribadi yang mampu menghadapi setiap cobaan hidup, baik kecil ataupun besar. Kita semua tau, manusia itu pasti akan berubah sejalan dengan berputarnya waktu. Semoga kita termasuk dikelompok orang yang berubah menjadi lebih baik.  -Aamiin-
Selamat Bahagia, Nok. -Bersambung-

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
Farid


*menulis surat sambil dengerin rekaman smule mu boleh juga, banyak pengucapan lirik yang nggak pas sama nadanya, dan, suaranya lucu. Jadi kadang bikin ketawa sendiri. HAHA*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar