Jumat, 30 September 2016

Jumat Kedua


Jumat berkah -Aamiin-
Tak disangka udah seminggu sesuatu ini ku nikmati, pahit perihnya selalu hadir temani hari. Ku pikir pedih dan sembilu ini adalah candu, aku selalu saja melakukannya padahal satu-satunya yang bakal didapatkan adalah rasa sakit, tidak lebih dari itu.
Cinta ini bagai narkoba. Ya, narkoba. Persis. Mendengar kabarnya bagai menghisap heroin, sabu, ganja. Bikin semangat, bikin bahagia, dan kemudian berakhir dengan sakit dan duka -mati-. Kita semua tau, narkoba itu candu, cara penyembuhannya nggak mudah, perlu berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun. Sama, sama seperti rasa yang kurasa, sudah tau salah dan cuma bikin sakit tapi tetep dijaga. Tapi ini candu, tanpa itu aku kosong. Aku tak tau candu ini akan sembuh seberapa waktu.
Cinta ini salah? Tidak. Aku yang salah, yang sudah menempatkan cinta ini pada dia yang tak bisa aku beri bahagia.
Cinta tak pernah salah. Cinta yang kurasa in dari Tuhan, sebuah karunia. Jadi akan selalu ku jaga, meski yang kulakukan ini salah. Aku tak akan membuang cinta ini, aku hanya akan memindahkannya pada tempat yang baru, hati yang baru. Meski butuh seribu tahun waktu.

Jumat berkah. -Aamiin-
Hati yang kuat adalah hati yang mampu menerima berbagai macam masalah, dan tetep sabar. Tidak menyalahkan, tidak memaki, dan selalu berusaha menyelesaikan. Aku mungkin calon pemilik hati yang kuat, atau mungkin pemilik hati penyakitan. Hahaha biar waktu dan Tuhan yang menentukan, jalani saja apa yang terpampang dihadapan, manis pahitnya dunia itu sebuah bumbu. Pada akhirnya kita semua akan bahagia, entah didunia ataupun mungkin nanti di surga. -Aamiin-

Jumat berkah. -Aamiin-
Tuhan, aku tau rencana-Mu lebih indah dari apa yang aku bayangkan. Maka dari itu, berikan hamba keikhlasan untuk menjalani semua ini, berikan hamba kekuatan untuk menjalani hal yang tak sepele ini. Pasrahkan hamba, Tuhan. Agar kelak aku bisa tersenyum lepas menikmati rencana-Mu yang ternyata luar biasa indah.
Jumat berkah untuk kita semua. Semoga aku, kamu, kita selalu dalam lindungan Allah. Semakin kuat iman islamnya, semakin taqwa, semakin elok tingkah lakunya, dan semakin bahagia kehidupannya. -Aamiin-

Salam,
Farid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar