Rabu, 28 September 2016

Untukmu


Ku terdiam disudut ruang, sepi tak berteman.
Muncul bayangmu, menari-nari di fikiran.
Ku terlalu larut begitu dalam di khayalku.
Indah.
Muncul tanyaku.
Mengapa aku menyayangimu?
Meski restu tak kunjung datang menyambutku.
Meski keadaan tak pernah menghendaki kita untuk bersatu.
Apakah cinta yang kurasa ini salah?
Sehingga cinta dalam hati ini harus terbelah.
Bukankah cinta selalu benar?
Namun kenapa tak pernah menang melawan kerasnya keadaan.
Rasa sayang ini ada tanpa ku minta.
Namun kenapa hanya pedih dan luka yang ku terima.
Melepas cinta yang telah lama terjaga.
Apa mungkin aku bisa?
Wahai Sang Dewi Cinta.
Sangat tepat kau tembakan panah asmara.
Sehingga kini hatiku terluka.
Karena Cinta.
Duhai Pujaan hati yang selalu dihati.
Cintaku akan selalu setia menanti.
Bersama rasa sakit yang tak pernah berkelit.

Farid, 28 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar