Jumat berkah. (Aamiin)
Pagi ini masih berasa sama seperti pagi kemaren.
Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun tidur dan langsung mengecek handphone, berharap ada pesan masuk darimu. -Deg- sesaat langsung dadaku sesak, aku lupa kau sudah bersamanya mulai hari kemaren. Muncul lagi kegalauan diotak kiri dan kanan, muncul lagi penyesalan dihati yang kerdil ini, dan aku rasakan lagi pahit yang berulang-ulang ini.
Pagi ini aku masih merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan kemaren. Pagi ini rasa ikhlas itu belum datang menyelimuti hati, meski rasa pasrah sudah dicoba beberapa kali. Berat. Entah kapan aku bisa ikhlas, entah sampai kapan aku akan bergelut dengan pedih dan pahit ini, entah sampai kapan cinta dalam hati ini tak melukaiku lagi.
Jumat berkah. (Aamiin)
Tuhan, berikanlah apapun yang bisa membuatku berhenti merasakan luka itu. Entah itu hal yang buruk kepadaku, ataupun yang baik. Sembuhkan aku. Bahagiakan dia.
Tuhan, berikan keikhlasan yang dalam dan besar padaku, pada dia, dan pada kita untuk menjalani setiap kerikil dalam perjalanan hidup ini. Agar aku, dia, dan kita tak menanyakan padamu "Kenapa Engkau lakukan semua ini pada kita?" "Kenapa Engkau memutuskan kita dengan cara yang sepahit ini, Tuhan?" "Kenapa harus aku? Kenapa harus dia? Kenapa harus kita?". Maafkan kelancanganku, Tuhan. Iklasku baru seujung kuku, sabarku baru sebiji jeruk. Aku masih menjadi pribadi yang rendah. Maafkan aku, Tuhan.
Tapi, Tuhan. Jika boleh jujur, aku masih mencintainya, harapku untuk hidup bersamanya masih ada dalam hati, khayalku untuk menikmati masa muda sampai tua masih lekat di otak kanan dan kiri. Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Semakin aku merasakan apa yang ada dihati, mengingat khayalku yang ada dikepala dada mendadak sesak, kepala mendadak sakit. Aku harus bagaimana, Tuhan?
Tuhan. Engkau tau, dialah satu-satunya perempuan yang paling aku sayangi selain keluargaku. Engkau tau dengan jelas akan hal itu. Namun kenapa Engkau perlakukan aku seperti ini? Maafkan aku, Tuhan. Keluhku terlalu banyak padaMu.
Meski aku tak bisa bersama dengannya. Biarkan doaku yang aku panjatkan untuknya selalu bersamanya. Kau Bahagiakan dia, Kau sehatkan dia selalu. Aku akan selalu -mencoba- bahagia saat aku tau dia sudah bahagia.
Terima kasih, Tuhan. Karena semua ini akhirnya aku tau, cintaku pada dia bukan hal yang sepele, bukan hal yang gampang dicampakan.
Selamat, Jumat. Berkah untuk kita semua!
Salam, Farid.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar